Sunday, 22 July 2018

Tips Mudah Menjadi Public Speaker 1

Tips menjadi public speaker

Tips Mudah Menjadi Public Speaker 1
Ruslan, S.Pd.I

Jadi, dari sekian banyak pengalaman yang ada. Ada beberapa kesimpulan yang saya dapat. Dan semoga berikutnya bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman yang ingin konsen belajar public speaking. Saya membagi dua jenis tips. Teknis dan non teknis. Berikut uraiannya.
Teknis

Ada beberapa poin penting dalam menjadi public speaker yang hebat, diantaranya.

1.Menguasai bahan

Apapun posisi kita di depan umum, pastikan kita menguasai bahan dengan baik. Jika posisi kita sebagai MC. Pastikan kita sudah melihat rundown acara, mendiskusikannya dengan panitia dan sesekali melakukan simulasi. Itu akan sangat membantu. Jika posisi kita sebagai pemberi materi, maka siapkan bahan dengan baik, susun referensi yang ada. Hafalkan bila perlu. Penguasaan bahan menjadi faktor utama dalam public speaking, jika tidak maka kita akan mati kutu.

2. Mengatur nafas diawal

Permulaan saat kita mulai berbicara juga menjadi acuan dasar apakah berikutnya lancar atau tidak. Sebab saat permulaannya tidak baik, maka secara psikologi akan mempengaruhi konten-konten berikutnya. Maka untuk mengantisipasi itu. Pastikan kita bisa mengatur nafas dengan baik. Walaupun kita perlu mengatur nafas selama berbicara, tapi penentu semuanya ada diawal. Jangan sampai dengan nafas yang tersengal-sengal diawal, kita jadi susah mengatur nafas di detik berikutnya. Maka tariklah nafas dalam sebelum memulai dan keluarkan perlahan. Lakukan beberapa kali hingga kita rileks. Saya melalukan ini jika degup jantung berdebar kencang. Sehingga pola pernafasan akan stabil hingga akhir.

3. Memandang mata audiens dan memutar kepala 180 derajat

Kerap kali saya melihat orang-orang yang berbicara didepan memiliki tatapan kosong. Bahkan sama sekali tak menatap audiens. Padahal ini sangat penting dalam public speaking. Kemampuan menatap audiens membuat pembicara mampu memberikan keyakinan pada para pendengar tentang apa yang disampaikannya, hal ini kita kenal dengan persuasif. Hindari tatapan kosong, melihat keatas atau hanya satu arah. Karena akan membuat kekakuan dan melemahkan ketajaman. Memutar kepada 180 derajat juga penting. Dimana hal ini mengkondisikan kita mampu menguasai ruangan yang ada. Angka 180 itu hanya kiasan, tidak mesti selalu begitu. Maksudnya adalah kita melihat audiens dari yang paling kiri hingga yang paling kanan.

4. Senyum

Memang tidak semua jenis public speaking mengharuskan kita senyum. Tapi dalam kondisi yang memungkinkan, senyumlah. Karena bukan hanya membuat audiens tertarik tetapi juga intonasi kata yang keluar terdengar menyenangkan. Hal ini saya praktekan saat siaran di Radio. Padahal orang tak melihat senyum saya, tapi apa yang mereka dengar seolah menggemberikan. Sekali lagi, senyumlah.

5. Tidak mengulang kata

Diantara yang lain mungkin tips ini yang agak sulit dilakukan. Sebab saya sendiri masih sedikit kewalahan. Tidak mengulang kata artinya kita berbicara tanpa merevisi kata-kata sebelumnya. Misalnya.
“Membaca membuat kita lebih banyak belajar, maaf membaca membut kita lebih banyak ilmu.”
Seharusnya kita tidak perlu merevisi kata-kata itu, hanya perlu menggantinya dengan diksi yang berbeda. Dan disitulah tantangannya. Otak kita harus segera mengetahui kata-kata yang cocok dengan kata yang kita pakai. Misalnya,
“Membaca membuat kita lebih banyak belajar, ilmu-ilmu baru yang belum kita ketahui”.

6. Intonasi, mimik dan gestur

Tiga hal diatas adalah hal yang paling sering kita dengar oleh para trainer public speaking. Dan memang benar ketiga hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas apa yang kita sampaikan. Kesatuan dari intonasi suara, mimik wajah dan gestur tubuh akan membuahkan hasil yang gemilang.

0 komentar

Post a Comment