Saturday, 16 November 2013

Jangan Suka Berkata "Bodoh"!

Seringkali kita mendengar beberapa orang di dunia ini pernah berkata negatif. Entah itu menghina, mengejek, mencela, dan lain-lain. Di Aceh tercinta ini pun dalam keseharian kata negatif juga sering muncul, khususnya kata “bodoh” sering terlontar dari sebagian adik-adik, teman-teman kita. Entah itu sudah menjadi kebiasaan atau hanya sekedar iseng ikut-ikut saja. Tapi tetap saja itu tidak boleh, karena:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS Al-isra’: 36).

Dalam otak manusia, ada bagian yang namanya hippocampus, wilayah otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori. Semua otak manusia cenderung menyusut seiring usia, dengan wilayah otak yang berbeda menyusut pada tingkat yang berbeda. Penyusutan (atrofi) pada hippocampus telah dikaitkan dengan depresi, demensia dan penyakit Alzheimer. Para peneliti berspekulasi bahwa stres mungkin memainkan peran dalam penyusutan otak ini. Kata “bodoh” secara otomatis tersimpan dalam memori otak, sehingga suatu saat akan muncul efek negatif, sehingga tingkat penyusutan otak akan lebih cepat dibanding jika sering mendengar kata yang positif.

Selain otak organ jantung juga menyimpan memori, jadi manusia itu ada 2 sistem berfikir: sistem berfikir jantung dan sistem berfikir otak. Jantung berfikir lebih dahulu dari otak berfikir. Karena jantung lebih dulu berdenyut sebelum otak mulai menghitung. Menganalisa jantung yang menginstruksi bagian-bagian tubuh lainnya tercipta sempurna pada waktu masih berupa janin. ketika otak belum bisa berfikir (berhitung/ menganalisa), jantung telah lebih dahulu menerjemahkan kode DNA untuk mengembangkan jaringan sesuai dengan posisi dan porsinya secara tepat dan presisi. Dari situlah kita dapat mengekspresikan diri kita dalam bentuk perasaan. Kata “bodoh” menimbulkan perasaan tidak enak di dalam diri daripada kita mendengar kata-kata positif, sehingga denyut jantung seakan tidak beraturan dan mempengaruhi sistem sirkulasi darah di dalam tubuh. (faktailmiah.com)

Menurut dr. Masaru Emoto, peneliti asal jepang, berdasarkan hasil penelitiannya, semua benda yang ada di dunia ini mempunyai hado (energi atau getaran). Energi ini bisa berbentuk positif atau negatif, dan mudah dipindahkan dari satu benda ke benda yang lain; salah satunya adalah air. Makna tersebut tentunya mempunyai gelombang tersendiri. Kata “bodoh” memiliki makna yang buruk atau negatif. Makna tersebut selanjutnya akan diserap dan direspon oleh air. Bentuk respon air terhadap makna kata tersebut akan muncul kembali dalam bentuk kristal jika air tersebut dibekukan. Begitu juga bila kata “cinta” yang memiliki makna positif, air akan meresponnya dengan membentuk kristal yang indah. Hal itu sebagai terbentuk refleksi air dari energi positif. (redorbit.com)

Benda-benda yang memiliki frekuensi yang sama akan saling membentuk resonasi. Energi yang terdapat dalam diri manusia dapat membentuk resonasi dengan benda-benda lain yang memiliki energi yang sejenis, seperti air, dapat membentuk resonansi dengan tubuh manusia. Sebaliknya, benda-benda yang memiliki energi yang sama dengan energi yang ada dalam diri manusia, akan membentuk resonasi dalam tubuh manusia. Artinya, manusia dapat dengan mudah membentuk energi yang ada dalam dirinya dengan benda tersebut.

Penelitian ini menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran, perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatu menjadi tidak baik. Untuk itu marilah kita berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu, apa lagi tubuh orang dewasa sendiri mengandung 60%-70% air (sesuai berat badan).

ketika kita berinteraksi dengan orang lain (hubungan antarmanusia), kerapkali dikatakan bahwa manusia tidak cocok dengan manusia yang lain. Kecocokan dan ketidakcocokan tersebut merupakan keterkaitan dengan gelombang dan resonansi antarmanusia tersebut.

Bukan cuma antarmanusia saja, pembentukan resonasi dari adanya gelombang intrinsik juga bisa manusia dengan alam atau lingkungan. Ketika manusia memberikan gelombang negatif pada alam, maka alampun akan akan berisonasi dengan manusia berupa gelombang negatif pula. Contoh, ketika manusia melakukan pembalakan liar, dengan cara penggundulan hutan, maka akibat dari perbuatan itu alam akan bereaksi yang memberikan efek pada manusia juga, seperti terjadinya longsor, banjir bandang, kekeringan, dan lain sebagainya. Ini membuktikan bahwa manusia dan alam memiliki gelombang negatif yang saling
mempengaruhi. Kalau begitu, bagaimana jika kata “bodoh” tersebut sering diucapkan di berbagai tempat, di rumah, di kantor, di sekolah, di lapangan, di kampus? Tidakkah kita pikir bahwa alam ini mendengar apa yang kita ucapkan? Maka manusia dan alam akan saling mempengaruhi dalam kerugian seandainya kita tetap membiarkan kata-kata negatif keluar dari diri ini.

Begitu juga dengan air, ketika manusia memberikan gelombang positif pada air maka air pun akan bereaksi positif dan akan berisonasi dengan tubuh manusia ketika air itu kita minum, begitu pun sebaliknya. Dan, perlu kita ingat bahwa manusia, benda, alam dan semua benda pastinya memiliki kadar air (walaupun hanya sedikit). Artinya, ucapan dan perbuatan yang kita lakukan akan berpengaruh terhadap energi yang dihasilkan, yaitu positif atau negatif.

"Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang mengajak (manusia) kepada kebaikan, menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Q.s. Ali Imran: 104)

Dari ayat tersebut dapat di ambil  kesimpulan agar kita saling ingat-mengingatkan dalam kebaikan, apa lagi kita tinggal di Serambi Mekkah bumi Nanggroe Aceh tercinta ini, dengan Syari’ahnya seharusnya kita menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia, kita rubah kebiasaan berkata hal-hal yang berkonotasi negatif, kita berharap semoga ke depan akan tercipta SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDA (Sumber Daya Alam) yang lebih baik lagi, sehingga hubungan dengan Allah, hubungan sesama manusia, hubungan dengan alam dapat bersimbiosis mutualisme secara positif, insya Allah.


Pengirim:
Nama : Maharesi Hefri
Alamat : Jln. Sultan Malikul Saleh no.103, Lamlagang, Banda Aceh
Pendidikan : Mahasiswa FK Unsyiah
no telepon         : 082369021253
alamat e-mail : maharesi_hefri@yahoo.com
Facebook        : Maharesi Hefri

0 komentar

Post a Comment